
Bisnishotel.id, JAKARTA — Mengawali 2026, Deddy Corbuzier bersama Flux Creative Universe (FCU) memperkuat komitmen investasi di industri kreatif dengan menggandeng talenta muda. Langkah ini ditandai dengan pertemuan perdana Deddy Corbuzier dengan para partner muda yang baru bergabung dalam ekosistem FCU.
Sebagai investor utama, Deddy Corbuzier menyampaikan pesan strategis kepada para pelaku bisnis kreatif muda agar siap bersaing di level yang lebih tinggi. Menurutnya, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berkembang di industri kreatif.
“Semua orang punya peluang yang sama. Tinggal adu pintar, adu kreatif, dan adu karakter. Yang paling siap, pasti ada di atas,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Bisnis, Sabtu (24/1/2026)
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kreativitas, kemampuan adaptasi, dan idealisme di tengah dinamika industri.
Investasi FCU terhadap anak muda didorong oleh pergeseran signifikan di industri periklanan. Sepanjang 2025, sekitar 70–75% belanja iklan diperkirakan telah beralih ke kanal digital, seiring dengan penetrasi internet Indonesia yang mencapai 80,66%, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Kelompok usia muda dinilai paling adaptif terhadap perubahan tren, platform, dan perilaku audiens digital. Sejalan dengan itu, FCU menambah investasi pada empat digital agency baru yang seluruhnya dipimpin oleh generasi Z. FCU juga memperluas portofolio bisnis ke sektor homeless media, drama TikTok, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta unit bisnis berbasis LinkedIn. Hingga saat ini, total investasi tersebut telah melahirkan delapan entitas bisnis kreatif baru.
Sebanyak 11 talenta muda bergabung dari berbagai lini industri kreatif, di antaranya Ben Edgar (Adsventure), Louise Steven dan Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab), Chia (Pravia), Wiliam dan Nabeel (Ngiklan), Gery Timothy Gunawan (Gery Media), Wulan Susanti dan Chendwi Favian (SS Media), Aldho Mulia Trijaya (Bersinema), serta Iqbal Maulana (Gen Flux AI).
Pengembangan Bisnis
FCU tidak hanya menyalurkan pendanaan, tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan bisnis portofolionya, mulai dari penyusunan strategi, penajaman positioning, hingga kesiapan menangani klien berskala besar.
Pendekatan tersebut tercermin dari kinerja Adsventure, digital agency yang dipimpin Ben Edgar. Sejak menerima investasi pada Februari 2025, Adsventure mencatatkan pertumbuhan signifikan dan membukukan omzet miliaran rupiah dengan klien korporasi besar, antara lain Unilever, Mayora, Wings Group, dan Indofood.
Kinerja FCU juga diperkuat dengan capaian Rekor MURI pada November 2025 sebagai agensi kreatif dengan akumulasi penonton konten digital terbanyak di Indonesia, mencapai 2,3 miliar views. Selain itu, FCU meraih empat penghargaan dalam ajang Marketeers Digital Marketing Heroes 2025 melalui kampanye untuk BPJS Ketenagakerjaan, No Drop, TikTok Shop, dan Dilan Cokelat.
Sejak bertransformasi menjadi creative group holding pada 2021, Flux Creative Universe memosisikan diri sebagai integrator berbagai lini bisnis kreatif. Dengan delapan pilar bisnis yang saling terhubung, FCU optimistis investasi pada talenta muda akan memperkuat daya saing industri kreatif nasional di tingkat global.

